Tampilkan postingan dengan label Serba 10 Tentang MU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba 10 Tentang MU. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

10 Kiper Terbaik Manchester United

Manchester United merupakan klub dengan banyak pemain hebat. Salah satu
diantaranya tentu berada pada posisi kiper. Tak jarang Manchester United mempunyai kiper
yang hebat. Berikut ini 10 Kiper Terbaik Manchester United sepanjang sejarah.

10. Fabien Barthez
Fabien Alain Barthez (lahir di Lavelanet, 28 Juni 1971; umur 40 tahun) adalah mantan pemain
sepak bola asal Perancis. Di Manchester United ia juga dua kali mencicipi gelar juara liga (01,
03). Barthez terkenal akan tingkah lakunya di lapangan yang eksentrik dan reaksi yang baik,
namun ia juga beberapa kali melakukan blunder pada pertandingan-pertandingan penting. Ia
pensiun sebagai pemain sepak bola pada 5 Oktober 2006.


9. David de Gea

David de Gea Quintana (lahir 7 November 1990; umur 21 tahun) adalah seorang pesepakbola
Spanyol yang bermain sebagai kiper di klub Manchester United. Meskipun saat ini masih muda
dan belum memiliki prestasi di manchester United tapi dia diprediksi akan menjadi kiper yang
hebat di masa mendatang.








8. Reg Allen


Arthur Reginald Allen (lahir 3 Mei 1919 di Marylebone, London, meninggal 3 April 1976) adalah
seorang kiper Queens Park Rangers dan Manchester United di tahun 1940-an hingga 1950-
an. Talenta yang dimilikinya cukup bagus dan mencetak beberapa prestasi bersama
Manchester United.










7. Gary Bailey

Gary Richard Bailey (lahir 9 Agustus 1958 di Ipswich) adalah mantan pemain sepak bola yang
dengan 300 penampilan di Liga sebagai penjaga gawang Manchester United. Dia adalah putra
mantan kiper Ipswich Roy Bailey.









6. Harry Moger
Henry Herbert "Harry" Moger (lahir September tahun 1879 di Southampton, meninggal 16 Juni
1927 di Manchester) adalah seorang kiper sepakbola Inggris. Pada bulan Mei 1903, ia dijual ke
Manchester United yang telah melihat potensinya saat di Southampton. Dia tetap bersama
United hingga 1912 ketika ia pensiun. Selama karirnya Manchester United, ia membuat 264
penampilan dan membantu United merebut gelar Liga di tahun 1907-08 dan 1910-11 dan Piala
FA pada tahun 1909.

5. Harry Gregg

Henry "Harry" Gregg (lahir 27 Oktober 1932) adalah mantan pemain sepakbola Irlandia Utara
dan Manchester United. Ia bermain 25 kali untuk Irlandia Utara sebagai kiper dan bermain
untuk Manchester United pada masa kepelatihan Sir Matt Busby dengan total 247 penampilan.
Dia adalah salah satu kiper berbakat Manchester United.


4. Alex Stepney

Alexander Cyril "Alex" Stepney (lahir 18 September 1942 di Mitcham, Surrey) adalah mantan
pemain sepak bola Inggris yang menjadi kiper Manchester United. Alex Stepney adalah kiper
Manchester United ketika mereka menjadi klub Inggris pertama yang memenangkan Piala Eropa.










3. Jimmy Rimmer

John James "Jimmy" Rimmer (lahir 10 Februari 1948) adalah mantan pemain sepak bola Inggris
yang bermain sebagai penjaga gawang untuk Manchester United, Swansea City, Arsenal dan
Aston Villa. Rimmer bergabung dengan Manchester United sebagai anak sekolah pada tahun
1963, dua tahun kemudian menjadi pemain professional. Ia menghabiskan sebelas tahun di
Old Trafford, terutama sebagai pemain pengganti Alex Stepney.

2. Peter Schmeichel
Peter Bolesław Schmeichel (lahir 18 November 1963; umur 48 tahun) adalah salah satu
mantan pemain sepak bola yang berposisi sebagai penjaga gawang dan tersukses dalam
sejarah Manchester United dan Denmark. Terpilih sebagai Penjaga Gawang Terbaik Dunia

tahun 1992 dan 1993, Schmeichel merupakan kunci sukses Denmark pada Piala Eropa 1992.
Ia juga ikut serta dalam mempersembahkan The Treble bagi Manchester United ketika
memeperoleh juara di Liga Champions, Liga Premier Inggris dan Piala FA pada periode 1998-
1999, ketiga piala tersebut dipersembahkannya sebagai 'kado perpisahan' dengan Manchester
United.

1. Edwin van der Sar

Edwin van der Sar (lahir di Voorhout, Holland Selatan, Belanda, 29 Oktober 1970; umur 41
tahun) adalah seorang pemain sepak bola profesional asal Belanda, yang bermain sebagai
penjaga gawang. Dia adalah kapten dari Tim nasional sepak bola Belanda dan bermain untuk
klub Manchester United di Liga Utama Inggris.

Rabu, 29 Mei 2013

10 Pemain Muda Terbaik Manchester United

Manchester United F.C. adalah sebuah klub sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester, memang menjadi salah satu tim papan atas di Britania Raya setelah sukses merebut 11 gelar Premier League, 4 gelar Piala FA, 3 gelar Piala Liga, 8 Community Shield, 2 gelar Liga Champions, 1 gelar Piala Winners, 1 Piala Interkontinental, 1 Piala FIFA Club World Cup dan 1 Super Cup dalam dua dasawarsa terakhir. 

Dalam sejarahnya, Manchester United selalu mencetak pemain-pemain muda berkelas. Baca :10 Pemain Terbaik Manchester United. Nama-nama legendaris melenggang penuh pesona di lapangan hijau stadion kebanggaan Old Trafford untuk menyajikan permainan menawan. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkan Manager Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson menjadi manager yang paling sukses menangani Manchester United menjadi tim yang besar. Siapa saja pemain muda tersebut, berikut ini 10 pemain muda terbaik sepanjang masa dari Manchester United.

1. David Pegg 




David Pegg adalah seorang pemain inggris dan salah satu dari delapan pemain MU yang kehilangan nyawanya dalam bencana udara Munich pada 6 februari 1958. Sebagai anak ajaib yang menjadi target team papan atas, ia mendatangani kontrak pertamanya bersama United pada saat meninggalkan sekolah di umur nya 14 tahun, dan debut pertamanya di tim Football League first division melawan Middlesbrough pada tanggal 6 Desember 1952 di umurnya 17 tahun.

Ia menjadi pemain sayap kiri yang paling dihormati dan disegani oleh team-team lawan. Sebelum akhirnya sampai pada bulan-bulan terakhir bencana (ketika ia digantikan oleh Albert Scanlon) dan telah mengumpulkan dua medali kemenangan League Championship dalam dua musim sebelum bencana Munich terjadi. Ia juga menikmati reputasinya yang patut ditiru di Eropa, tim besar seperti Real Madrid pun sudah mempersiapkan bek baru yang khusus untuk menghadang bakatnya pada semifinal Leg pertama melawan United, Maret 1957. 

2. David Beckham 


David Robert Joseph Beckham memulai karir sepakbolanya di akademi sepakbola milik Manchester United. Beckham mahir dalam umpan silang dan tendangan bebas melengkung membuatnya ia menjadi salah satu eksekutor terbaik tendangan bebas terbesar dalam sejarah. Di musim 1994-1995 David Beckham masuk ke skuad senior Manchester United, hal ini mendapat banyak kecaman karena pada saat itu usia David Beckham masih sangat muda. Tapi di akhir musim, Beckham membuktikan pilihan pelatihnya Alex Ferguson tepat dengan memenangi Premiership dan FA Cup. Debut pertamanya bersama tim senior MU terjadi saat dia menjadi pemain pengganti di ajang Piala Liga saat melawan Brighton & Hove Albion. Pada tanggal 7 Desember 1994, Beckham membuat debutnya di Liga Champions dan berhasil mencetak 1 gol ketika melawan Galatasaray. Selama bersama Machester United, ia ikut memenangkan 6 gelar juara Premier League, piala FA Cup 2 kali, Liga Champions 1999, Piala Interkonental dan Piala FA Youth. 

3. Arthur Albiston 


Beberapa pemain telah mewakili Manchester United, Arthur merupakan pemain bek kiri Skotlandia yang dapat diandalkan atas konsistennya. Bagian terbaik dari satu dekade, Arthur Albiston adalah pemain inti The Reds dimana ia telah mengumpulkan tiga medali kemenangan FA Cup Winners, 14 kali bermain dengan timnas Skotlandia dan memiliki banyak penggemar. Albiston bergabung dengan klub Manchester United sebagai trainee pada bulan Juli 1972, dan dua tahun kemudian ia menjadi pemain profesional. Membuat team pertama debutnya pada tanggal 9 Oktober 1974 di kemenangan pertandingan Piala Liga saat itu melawan Manchester City. Di Old Trafford di depan 55.000 penonton. Ia membuat 485 penampilan di umurnya 14 tahun, bermain di bek kiri , dan mencetak enam gol. Ia membantu klub memenangkan Piala FA pada 1977 , 1983 dan 1985. 

Albiston meninggalkan Manchester United pada Agustus 1988 untuk West Bromwich Albion , dikelola oleh mantan bos Setan Merah Ron Atkinson , dengan status bebas transfer. Pada saat keberangkatannya dari Old Trafford ia adalah pemain terlama di skuad dan satu-satunya pemain yang tersisa dari masa kejayaan Tommy Docherty. 

4. Gary Neville 


Ia bermain untuk Manchester United selama kariernya dan menjadi kapten tim selama lima tahun. Ia juga sering bermain untuk tim nasional Inggris.Gary Neville secara potensinya sudah mulai terlihat sejak muda untuk menjadi pesepakbola Profesional. Neville mengorbankan semua hal menyenangkan remajanya dalam rangka untuk menjadikannya sebagai pesepakbola, dengan menghabiskan seluruh karirnya bermain di Old Trafford, yang membuat ia menjadi salah satu orang yang loyal membela satu klub sepakbola. ia membuat debut internasionalnya pada tahun 1995 dan menjadi pilihan pertama untuk klub dan negara selama lebih dari sepuluh tahun. 

Gary Neville adalah saudara dari pesepakbola Liga Premier dan kapten Everton Phil Neville, yang juga pemain Manchester United (dari tahun 1993 sampai 2005). Pada saat ia pensiun, ia merupakan pemain Manchester United terlama kedua yang membela tim tersebut, di belakang rekan setimnya Ryan Giggs. Neville pensiun pada 2011. Ia telah bermain 602 kali untuk Manchester United, dan 85 kali penampilannya di Timnas Inggris. 

5. Norman Whiteside 


Whiteside menjadi pemain Manchester United termuda sejak Duncan Edwards ketika ia melakukan debut pertamanya sebagai penyerang pada musim 1981-82. Debutnya terjadi saat melawan Brighton & Hove Albion di liga menang 1-0 di Goldstone Ground pada 24 April 1982, dua minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-17. Pada hari terakhir musim itu, delapan hari setelah ulang tahun ke-17, ia menjadi pencetak gol termuda Manchester United menang 2-0 atas tuan rumah Stoke City. Meskipun ia tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk menjadi penyerang murni, Whiteside memiliki gaya dan keterampilan yang hebat. Hal ini membuatnya menjadi pemain favorit di kalangan penggemar Manchester United karena kemahirannya sebagai penyerang atau membantu kontrol lini tengah permainan. 

Whiteside telah bermain untuk Manchester United (273 penampilan, 66 gol) sebelum karirnya berakhir dengan cidera di usia 26. Ia memenangkan Piala FA dua kali selama bermain untuk Manchester United, pada tahun 1983 dan 1985. Whiteside keluar dari tim di usia 24 tahun.

6. Paul Scholes 



“Ia selalu memegang kendali di lapangan dan menentukan passing yang sangat akurat menjadi indah untuk ditonton.” Itulah yang di katakan oleh “The United Legend” Bobby Charlton. Scholes adalah salah satu pemain yang bersinar pada generasinya, ia dihormati karena perilakunya di dalam dan diluar lapangan, serta permainnya di lapangan hijau. Menjadi kekuatan baru saat itu bersama Beckham, Giggs, Butt dan Neville bersaudara pada pertengahan 1990-an. Kelahiran Salford, Scholes mencetak dua gol pada debutnya di Piala Liga di Port Vale di 1994/95 dan pada pertama liga melawan Ipswich. 

Pada akhir musim 2010/2011 Paul Scholes resmi pensiun dari United, setelah menghabiskan semua kariernya sampai saat ini bermain untuk klub “setan merah”. Setelah pensiun, Paul Scholes akan menjadi staff kepelatihan Manchester United, namun secara mengejutkan pada awal tahun 2012 Scholes kembali bermain dengan setan merah saat mencukur Bolton 3-0. Pertandingan pertama Paul Scholes, yang kembali dari masa pensiun, di Old Trafford sejak pertandingan perpisahan pada awal musim juga menuai pujian Ferguson. Menurut Ferguson “Scholes memiliki naluri mencetak gol, ia selalu punya itu sejak muda, dan ia mencetak gol lagi”. 

7. Sir Bobby Charlton 


Tidak ada yang mewujudkan reputasi Manchester United lebih baik dari Sir Bobby Charlton. Seorang anggota Busby Babes, diselamatkan oleh keberuntungan, Charlton selamat dari bencana udara Munich. Setelah selamat dari trauma bencana tersebut Charlton berusia 20, ia bermain seolah-olah setiap pertandingan adalah didekasikan untuk para rekan-rekan nya yang menjadi korban. Dalam karir 17 tahun bermain dengan United, ia telah bermain dengan rekor 754 game, mencetak 247 gol. Menjadi pemain professional bersama Manchester United pada Oktober 1954, memenangkan FA Youth Cup pada tahun 1954, 1955 dan 1956. 

Bulan Agustus 1975 Sir Bobby memutuskan pensiun sebagai pemain. Pada bulan Juni 1984 Charlton menjadi direktur Manchester United, posisi yang masih berlaku sampai sekarang. Ia juga dianugerahi OBE dan CBE, dan gelar bangsawan “sir” bulan Juni 1994. Semuanya adalah bentuk apresiasi klubnya dan sepak bola Inggris atas permainan, dedikasi, kesetiaan dan totalitasnya dalam memajukan dunia sepakbola Inggris. 

8. Duncan Edwards 


Duncan Edwards lahir di Dudley pada tanggal 1 Oktober 1936 dan sepanjang hidupnya yang singkat mengaku bangga menjadi duta untuk kota dimana karir sepak bola membawanya. Duncan Edwards adalah salah satu korban bencana udara Munich. Pada Usia 17. Hebatnya, Edwards selamat dari kecelakaan itu, tetapi 15 hari kemudian ia menyerah pada luka-lukanya, di umur 21. Edwards sudah bermain regular dalam tim inti Manchester United. Manajer Manchester United saat itu Matt Busby, yang memberikannya debut pertamanya di umur 16 tahun.

Mampu bermain hampir di semua sisi, Edwards memiliki kekuatan fenomenal dengan assist nya yang indah, ia disebut “pemain sepak bola yang lengkap di Inggris, mungkin juga di dunia”. Sebagai bagian dari sisi yang terkenal ‘Busby Babes’ bakatnya dengan cepat diakui oleh Inggris dan Edwards menjadi orang termuda untuk mewakili negaranya ketika ia melakukan debut hanya berusia 18 tahun dan 183 hari. Sir Bobby Charlton mengatakan : ”Kematian-Nya adalah tragedi terbesar yang pernah terjadi pada Manchester United dan sepakbola Inggris.” 

9. George Best 


Memiliki kecepatan, keseimbangan, visi, kontrol bola yang luar biasa, kemampuan untuk menciptakan peluang dan mencetak gol dari situasi yang tampaknya tidak mungkin menjadi sebuah cerita. George Best adalah pemain yang paling berbakat Manchester United. Pada 1964-65, bersama Denis Law, Bobby Charlton dan David Herd, merupakan yang terbaik, tokoh kunci dalam memenangkan gelar pertama The Reds (sejak era pra-Munich). Bermain sebanyak 361 laga, Best telah mengasilkan 136 goal untuk United. Ia memegang rekor gol terbanyak saat pasca perang oleh pemain Manchester United dalam pertandingan tunggal. George sebagai salah satu pemain terbesar yang pernah bermain. Ia sering disebut pesepakbola selebriti modern pertama. 

Sayangnya, meskipun George tidak bisa mengatasi kecanduannya dengan alkohol, sebelum mencapai umur 60 ia meninggal (November 2005) setelah lama menderita transplantasi hati. Foto terakhirnya yang muncul di publik berada di berita halaman depan News of the World pada akhir pekan sebelum ia meninggal. Ia ingin orang melihatnya, untuk memperingatkan mereka dari alkohol yang mengerikan dapat mengubah kehidupan seseorang. 

10. Ryan Giggs 


Ryan Giggs merupakan salah satu pemain sayap terbaik sepanjang sejarah dan juga dikenal karena loyalitas nya bersama Manchester United. Beruntung Sir Alex melakukan kunjungan pribadi ke rumahnya pada hari ulang tahunnya ke 14, dan Ryan mendapatkan kesempatan bermain untuk team favoritnya sejak kecil. Ryan menjadi pemain professional United pada bulan November 1990 dan partai debutnya bermain di liga divisi satu melawan Everton di Old Trafford pada 2 maret 1991. 

Giggs saat ini bermain dengan klub dan satu-satunya hingga sekarang adalah Manchester United. Ia merupakan pemain terlama yang pernah membela klub ini dan merupakan pemain pertama terbanyak tampil untuk MU sepanjang sejarah (805 kali) setelah memecahkan rekor Sir Bobby Charlton (758 kali). Giggs menjadi pemain dengan memenangkan penghargaan lebih banyak dari pemain United lainnya dalam sejarah klub. Ia sudah bersama United memenangkan dua belas kali gelar juara liga (mengalahkan rekor yang disandang oleh pemain Liverpool F.C., Alan Hansen dan Phil Neal yaitu sembilan kali), empat gelar FA Cup, dua gelar League Cup dan dua gelar Liga Champions. 


Selasa, 21 Mei 2013

10 Pemain Terbaik MU Sepanjang Sejarah



Memilih 10 pemain MU terbaik sepanjang sejarah bukanlah hal mudah karena MU adalah klub besar dengan sejarah yang luar biasa dan mempunyai banyak deretan pemain bagus dan berkelas. Walaupun begitu, jika dipersempit, era yang menonjol selama perjalanan panjang Manchester United mulai dari 1878 ketika masih bernama Newton Heath sampai sekarang adalah era Matt Busby yang terkenal dengan Busby Babes nya dan tentu saja era Ferguson karena sebenarnya dia sendirilah yang berada di posisi teratas jika kita bicara tentang legenda secara keseluruhan. Meskipun tentu saja ada banyak pemain hebat lain selain era tersebut, tetapi saya pikir dua era tersebut adalah sesuatu yang sangat tidak bisa kita tinggalkan.

1. George Best
Simply the best. Genius. Pernah mencetak gol enam gol dalam satu pertandingan. Publik lokal Irlandia Utara (negara asal George Best) sering berkata,” Maradona good; Pelé better; George Best”. Pemain ini tahun 1999 masuk di posisi 11 dalam IFFHS European Player of the Century election, dan juga ranking 16 di the World Player of the Century election. Best mengkombinasikan akselerasi, dua kaki, keseimbangan, dan kemampuan menjaga bola dan mengelabui pemain lawan yang luar biasa. Bahkan banyak orang mengatakan dia mirip Lionel Messi di masa lampau. Ketika George Best masih berusia 23 tahun, dia sudah bermain sebanyak 300 kali untuk MU dan merupakan pemain paling populer di dunia saat itu. Meskipun dia pensiun dini di usia 27, tetapi George Best adalah pemain paling bertalenta di era Matt Busby, dan dialah the truly Busby Babes. Dia juga seorang superstar di masanya, mirip dengan David Beckham saat ini. Best adalah sosok yang berhasil meningkatkan derajat sepakbola dari permainan para pekerja menjadi hiburan masa kini. Salah satu quotesnya yang terkenal adalah: “I once said Gazza's IQ was less than his shirt number and he asked me: "What's an IQ?”

2. Ryan Giggs

Salah satu winger terbaik dalam sejarah MU dan mungkin juga Eropa. The Welsh Wizard adalah pemegang rekor caps terbanyak untuk MU (melewati rekor Bobby Charlton), dan masih aktif bermain sampai saat ini. Winger kidal ini terkenal akan akselerasinya yang cepat menyisir sisi kiri lapangan dan di usia yang semakin bertambah, dia lebih visioner dengan umpan-umpannya yang akurat. Gol melawan Arsenal di semifinal FA Cup tahun 1999 mungkin adalah gol terbaiknya. Berlari membawa bola lebih dari setengah lapangan setelah memotong umpan dari Vieira, dia melewati 4 pemain Arsenal dan di sudut sempit dia berhasil menaklukkan David Seaman lewat tendangan kerasnya. Selain itu di tahun yang sama dia juga berhasil membuat gol di masa injury time yang menyelamatkan MU dari kekalahan atas Juventus pada semifinal leg I Champions League di Old Trafford. Giggs merupakan salah satu pemain penting dalam keberhasilan MU meraih treble winner di tahun 1999. Giggs sekarang bersama Paul Scholes, sebagai pemain yang tersisa sejak memenangi treble, memimpin barisan muda MU mencoba meraih trofi ke 20 Liga Inggris. Giggs juga dinobatkan sebagai pemain terbaik United sepanjang masa dalam polling internasional di tahun 2011 lewat web resmi klub.

3. Bobby Charlton
17 tahun menjadi pemain MU dan merupakan pencetak gol terbanyak bagi MU sepanjang masa, 249 gol dari 758 pertandingan. Bobby Charlton juga merupakan kunci penting MU meraih gelar European Cup atau sekarang lebih dikenal dengan Champions League di tahun 1968, mengikuti gelar Liga di tahun sebelumnya. Rataan gol nya mungkin bukan yang paling bagus, tetapi dia adalah figur penting dalam kesuksesan MU meraih kejayaan di masanya. Dia juga pemegang rekor penampilan terbanyak kedua untuk MU di bawah Ryan Giggs. Pemenang Ballon D’Or tahun 1966, di tahun yang sama dia menjadi skuad Inggris yang berhasil memenangi Piala Dunia, satu-satunya gelar mayor bagi Inggris yang pernah mereka dapat. Ada sedikit cerita menarik ketika MU melawan Munchen di final Champions League 1999. Bobby Charlton sudah meninggalkan bangku penonton ketika pertandingan memasuki menit ke 90. Ketika dia berada di luar, dia mendengar sorakan penonton dan tahu bahwa United berhasil menyamakan kedudukan. Sir Bobby berusaha cepat-cepat kembali lagi ke bangku penonton tetapi ternyata ada sorakan lagi sesaat sebelum dia masuk ke tribun dan dia menyadari bahwa dia ketinggalan dua gol telat United yang berhasil membalikkan kedudukan.

4. Denis Law

Striker tertajam milik MU. Finisher terbaik dan Law duduk di posisi kedua di barisan daftar pencetak gol terbanyak untuk MU sepanjang masa. Dia sangatlah tajam. 46 gol yang dicetaknya di musim 1963-1964 membuatnya menjadi pemain United yang mencetak gol paling banyak di semua kompetisi dalam satu musim. Dia juga mencatatkan hattrick terbanyak untuk MU yaitu sebanyak 18 kali. Mengantar MU menjuarai liga di musim 1964/1965 (sekaligus menjadi top scorer liga) dan 1966/1967. Salah satu skuad yang membawa MU menjadi juara Liga Champions (European Cup) di tahun 1968 meskipun di semifinal dan final dia tidak bermain. Legenda ini telah dibuatkan patungnya di stadion Old Trafford, berdampingan dengan Bobby Charlton dan George Best, dan merupakan pemain idola dari Alex Ferguson. Walaupun begitu, pemain ini pernah membuat fans United sakit hati di tahun 1974 ketika membela Manchester City, gol nya mengirim United degradasi ke divisi dua saat derby Manchester. Law mengaku bahwa dia sangat sedih dan sebenarnya tidak ingin mencetak gol yang kemudian membawa United turun kasta, karena perasaan bersalahnya terus dibawa sampai sekarang.

5. Paul Scholes

Jika dalam dunia sepakbola ada istilah tentang fantasista, maka di MU bagi saya Scholes adalah orangnya meskipun dia bukanlah seorang attacking midfielder atau free role yang lazim bagi seorang fantasista. Paul Scholes adalah gelandang komplet. Seorang passer dan pembagi bola yang bagus, umpan side to side maupun satu dua sentuhan yang akurat, box to box, dan shooter jarak jauh yang spesial. Saya selalu mengingat gaya klasik 4-4-2 monoton MU dimana Scholes sering memberi umpan diagonal area kepada Giggs di sisi kiri ataupun Beckham di sisi kanan dengan sangat tepat. Scholes adalah idola Xavi muda, dan di usianya yang sudah 38 tahun, kemampuannya masih terhitung yang terbaik di antara semua gelandang MU meski fisik, stamina, power, dan shoot jarak jauhnya sudah menurun.



6. Eric Cantona

Cantona adalah pemain yang pintar, flamboyan, dan punya pengaruh sangat penting dalam permainan Manchester United. Publik tentu masih mengingat tendangan kungfunya kepada seorang penonton sebagai hal negatif yang melekat padanya, tetapi dia adalah pemain yang istimewa. Cantona bergabung dengan MU di pertengahan musim 1992/1993, dan membantu MU meraih gelar Liga secara mengejutkan karena dalam setengah musim sebelum dia datang, MU dalam posisi tertinggal dengan Aston Villa, Blackburn Rovers, dan Queen Park Rangers. Cantona membawa gelar Liga lagi bagi MU di musim berikutnya dan menjadi duet maut bersama Mark Hughes dengan di belakangnya ada gelandang kreatif macam McClair. Selain gelar Liga, Cantona juga memenangi FA Cup dan PFA Player of the Year. Kehebatan Cantona ternyata diikuti perangainya yang bengal. Sering mendapat kartu merah, pernah meludah kepada seorang penonton, menendang pemain Crystal Palace diikuti dengan kungfu kick nya ke arah suporter Palace. Cantona dianggap membawa perbedaan di MU, ketika dia tidak sedang main karena masih dalam masa hukuman larangan bertanding, MU kalah dalam perebutan gelar melawan Blackburn. Di musim berikutnya Cantona comeback ke lapangan dan kembali membawa United meraih double winner, gelar Liga dan FA cup. Yes, he is the King, mengantar United meraih 4 gelar Liga dalam 5 musim (1 musim runner up karena Cantona menjalani masa hukuman) cukup untuk membuatnya masuk dalam daftar legenda United.

7. Peter Schmeichel

The Great Dane. Kiper terbaik yang pernah dimiliki MU dengan fisiknya yang tinggi besar dan aksi-aksi penyelamatannya yang spektakuler. Bermain dari tahun 1991-1999 untuk MU dengan total 292 pertandingan di Liga. Schmeichel di tahun 1992 dan 1993 terpilih sebagai “The World’s Best Goalkeeper”. Schmeichel juga mempunyai catatan clean sheet ratio yang paling tinggi dalam sejarah Premier League dengan 46% dari total bermain yang berakhir dengan tanpa kebobolan. Dia menutup karir di United dengan gemilang, meraih treble di tahun 1999 dan juga menjadi kapten di final Champions League melawan Munchen yang dimenangkan MU dengan sangat dramatis. Aksi penyelamatannya ketika melawan Arsenal pada semifinal FA Cup di musim 1998/1999 mungkin yang paling banyak dikenal dan diingat orang. Dia mementahkan tendangan pinalti Dennis Bergkamp di injury time babak kedua yang membawa pertandingan ke extra time dan kemudian gol spektakuler Giggs mengantar kemenangan MU.





8. Christiano Ronaldo

Ronaldo adalah fenomena. Dia dibeli karena penampilan luar biasanya ketika MU menghadapi klub nya saat itu, Sporting Lisbon, dalam sebuah partai persahabatan yang dimenangkan Sporting dengan skor 3-1. Ronaldo sendiri mencetak 2 gol untuk kemenangan Sporting. Dalam perjalanan pulang, para pemain United membicarakannya dan akhirnya kemudian dia didatangkan ke Old Trafford pada tahun 2003 untuk mewarisi nomor 7 milik David Beckham. Tidak diragukan lagi, dia adalah salah satu talenta terbaik milik . Sebagai seorang winger, Ronaldo sangat tajam. Dia bisa mencetak gol melalui kepala, kaki kanan, maupun kaki kirinya. Seorang eksekutor pinalti dan tendangan bebas yang mumpuni, pelari yang sangat cepat di lapangan bahkan ketika dia masih membawa bola, selain itu kemampuannya melewati pemain lawan membuat klub lain selalu menempel Ronaldo dengan dua pemain ketika dia membawa bola. Tahun 2008 adalah tahunnya Ronaldo. Dia seolah memenangkan semuanya sendirian. Membawa pulang semua gelar individual dan membawa United meraih duoble winner (Premier dan Champions League). Ronaldo meninggalkan Manchester United tahun 2009, memecahkan rekor transfer dunia senilai 80 juta pound dan memulai masa legendarisnya di Real Madrid.

9. Bryan Robson
http://www.bolatotal.cfoto_berita/bryan-robson-signed-manchester-united-photograph.jpg
Long lasting captain. Dia bergabung dengan MU sejak tahun 1981 dan 10 tahun lebih menjadi kapten MU bukanlah catatan yang dapat diremehkan. Sebelum Cantona menjadi kapten dan memulai era keemasannya sendiri, Robson adalah pemilik nomor keramat 7 serta pemimpin sejati di lapangan. Robson menjuarai gelar liga pertamanya di tahun 1992-1993 setelah 11 tahun karirnya bersama MU dimana MU mulai membeli Eric Cantona yang menjadi suksesornya. Robson di musim berikutnya menyerahkan nomor 7 nya kepada Cantona meskipun dia masih menjadi kapten jika dia tampil sebagai pemain utama. Robson juga masuk daftar sebagai “Football League 100 Legends” di tahun 1998 dan catatan unik lain yaitu Robson masuk salah satu dari “16 greatest players West Bromwich Albion” dalam polling menyambut ulang tahun ke-125 klub tersebut.






10. Roy Keane

Saya dalam keadaan sangat dilema ketika harus memilih Roy Keane atau Wayne Rooney di daftar ini, tetapi saya yakin Rooney akan masuk daftar, bahkan di nomor satu, ketika nanti dia pensiun sebagai pemain Manchester United. Untuk Roy Keane, dia adalah tipe pemain yang akan dibutuhkan semua manager/pelatih di muka bumi untuk ditempatkan di tengah. Dia tidak pernah mundur dari konfrontasi, ball winner, mengcover lapangan tengah dengan sangat luar biasa, dan kadang mencetak gol penting. Pemain ini tidak pernah sepi dari kontroversi dan lumayan sering mendapat kartu merah. Walaupun begitu, Roy Keane selalu memberikan 100 persen dari dirinya. Partai yang paling banyak diingat orang adalah ketika melawan Juventus di semifinal Liga Champions tahun 1999, dia bermain luar biasa dan berhasil membawa MU membalikkan kedudukan dengan skor 3-2 setelah tertinggal 2-0. Lampard pernah berkata kalau pemain yang paling dia takuti adalah Keane. Lampard akan lebih memilih cepat-cepat mengoper bola daripada harus berhadapan dengan Roy Keane.

Minggu, 19 Mei 2013

10 Momen Terbaik Park Ji-Sung Bersama MU

@maulanairsana - Meskipun tidak berstatus pemain tak tergantikan seperti Cristiano Ronaldo atau
Wayne Rooney, Park Ji-Sung selalu bermain bagus dalam partai-partai besar. Setelah tujuh
tahun berseragam Manchester United, Park Ji-Sung akhirnya mengakhiri karirnya di klub
berjuluk The Red Devils tersebut.
Meskipun tidak menjadi salah satu pemain besar di United, tidak diragukan lagi pemain yang
dibeli dari PSV Eindhoven tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari skuat yang merajai Liga
Primer Inggris beberapa musim terakhir ini.
Manajer Sir Alex Ferguson bahkan sering dibuat pusing dalam menentukan starter karena
meskipun tidak berstatus pemain tak tergantikan seperti Cristiano Ronaldo atau Wayne
Rooney, Park selalu bermain bagus dalam partai-partai besar. Para fans United menjulukinya
“Three Lung Park” karena rataan kinerjanya yang eksepsional dan kemampuannya berlari
dalam 90 menit.
Seiring dengan keputusan Park bergabung dengan Queens Park Rangers untuk memulai
petualangan baru, Goal.com mengambil kesempatan ini untuk melakukan kilas balik terhadap
momen-momen terbaik Park selama berseragam Manchester United.



10. Pemain Asia Pertama yang Menjadi Kapten Manchester United
Pada 18 Oktober 2005 Park mencatatkan sejarah sebagai pemain Asia pertama yang menjadi
kapten Manchester United. Hal itu terjadi saat Ryan Giggs memberinya ban kapten pada laga
melawan Lille di Liga Champions. Ia menjadi kapten selama 90 menit pertama kalinya saat
United bertemu Ajax di Liga Europa pada 23 Februari 2012. Meskipun Manchester United kalah 1-2,

mereka tetap melaju karena unggul agregat poin




9. Menyelamatkan United dari Kekalahan Memalukan Melawan
    Wolverhampton Wanderers

Dua golnya menyelamatkan Manchester United dari kekalahan kandang memalukan saat melawan tim
lemah Wolves. Ia bermain baik sepanjang pertandingan. Beberapa kali melakukan umpanumpan dan pergerakan-pergerakan pintar, ia sempat gagal pada kesempatan pertama saat
usahanya digagalkan kiper Wolves Wayne Hahnemann. Akan tetapi ia tidak membuat
kesalahan pada kesempatan-kesempatan berikutnya. Satu golnya menyelamatkan laga dari

hasil imbang setelah ia mencetak gol kemenangan di waktu ekstra.


8. Pemain Asia Pertama yang Mengangkat Trofi Liga Champions
Setelah memainkan peran penting pada perjalanan Manchester United di Liga Champions pada tahun
2008, salah satunya pada laga melawan Barcelona di semi-final, Park akhirnya berhasil
membawa timnya meraih gelar Liga Champions pada tahun tersebut. Ia tidak tampil pada
pertandingan final melawan Chelsea namun kemudian Sir Alex Ferguson mengakui
keputusannya tidak menyertakan Park pada laga di Athena itu adalah salah satu keputusan
tersulit sepanjang karir manajerialnya.


7. Menjadi Man of The Match pada laga melawan Chelsea pada Liga Primer musim
2008/09

Pada awal musim 2008/09, United menghadapi rival terberatnya Chelsea dalam usahanya
memperlebar jarak poin menjadi enam. Park menjadi pahlawan dengan mencetak gol vital
untuk Manchester United pada pertandingan tersebut. Meskipun Chelsea kemudian menyamakan
kedudukan dan pertandingan berakhir 1-1, Park adalah pemain terbaik karena permainannya
yang brilian sepanjang 90 menit.




6. Menjadi Man of The Match pada laga melawan Barcelona di Semi-Final Liga
Champions 2007/08.
Setelah imbang 0-0 di leg pertama semi-final Liga Champions 2007/08 di Nou Camp,Manchester United
menjamu Barcelona di pertemuan kedua untuk tujuan lolos ke final. Setelah Paul Scholes
mencetak gol cepat melalui tendangan jarak jauh, Park mengambil peran penting dengan
mengawasi pergerakan tiga sampai empat pemain Barca. United menang 1-0 dan melaju ke
final yang akhirnya dimenangkannya.



5. Saat mengandaskan perlawanan Arsenal di Semi-Final Liga Champions 2009.

Tidak ada yang lebih besar dari mencetak gol pada partai semi-final pada turnamen
kontinental. Park melakukannya dan lebih spesial karena dicetaknya ke gawang Arsenal. Saat
pertandingan baru berjalan 8 menit, Park memanfaatkan keuntungan terpelesetnya Kieran
Gibbs. Golnya membawa Manchester United unggul agregat tiga gol dan akhirnya menang 3-1 serta lolos

ke final keduanya dalam dua tahun berturut-turut.




4. Memberi Assist Untuk Javier Hernandez Untuk Memastikan Titel Liga Primer ke-19

Bermain dengan energi yang luar biasa dan skill yang baik dari menit pertama pada laga
penentu melawan Chelsea, Park memberi Hernandez umpan untuk mencetak gol pembuka.
Sepanjang pertandingan, ia tidak memberi waktu para gelandang Chelsea untuk rileks.
Penampilan apiknya ditutup dengan assist kedua untuk Hernandez. United menang 2-1 dan
memperlebar jaraknya dengan Chelsea di peringkat kedua dengan enam poin. Manchester United pun
mengakhiri musim dengan keunggulan sembilan poin dan meraih gelar Liga Inggris ke-19

sepanjang sejarah, melampaui pencapaian Liverpool (18 gelar).



3. Membuat Pirlo Tak Berkutik di Perempat-Final Liga Champions 2009/10

Saat bermain di leg pertama perempat-final menghadapi AC Milan di San Siro, Park sudah
membuat pengawalan ekstra ketat terhadap Pirlo. United menang 3-2 pada pertandingan
tersebut. Hal itu berlanjut saat leg kedua di Old Trafford dimana Manchester United mencukur Milan 4-0.
Untuk kali kedua, Park membuat gelandang Italia itu tak berkutik di lini tengah, bahkan turut

mencetak gol dalam pembantaian tersebut.




2. Memenangkan United atas Liverpool Tahun 2010

Meskipun Liverpool jauh dari status tim kuat di Inggris dalam satu dekade terakhir ini, partai
melawan The Reds selalu menjadi partai sengit bagi Manchester United. Pada tahun 2010, Park adalah
pemain kunci Manchester United tiap mengalahkan Liverpool sepanjang 2010.







1. Mencetak Gol Kemenangan Melawan Chelsea pada Perempat-Final Liga Champions

2010/11.

Pada babak perempat-final Liga Champions 2010/11, United memainkan partai leg kedua
berbekal kemenangan 1-0 di pertemuan pertama di Stamford Bridge. Setelah Didier Drogba
menyamakan kedudukan setelah gol Javier Hernandez di menit-menit awal, Park melegakan
para pendukung Manchester United setelah golnya memanfaatkan umpan Ryan Giggs membawa United

unggul 2-1. United pun melangkah ke semi-final


Follow My Twitter ---> @maulanairsana


Selasa, 14 Mei 2013

10 Alasan Manchester United Memilih David Moyes



"Ketuk palu" terkait penunjukan David Moyes sebagai manajer anyar Manchester United telah terlansir. Sir Alex Ferguson turut andil dalam pengambilan putusan krusial ini.
Akan tetapi, keraguan tetap melanda Moyes, yang dinilai minim pengalaman menangani tim besar laiknya Man. United. Tetapi, beberapa poin berikut bisa jadi barometer bahwa Ferguson tak salah menjatuhkan pilihan.



1. Pengalaman
David Moyes merupakan salah satu manajer paling sarat pengalaman di Premier League. Dia juga sudah makan asam garam di Negeri Ratu Elizabeth.
Empat belas tahun sudah sejak menangani Preston North End, Moyes mencicipi karier manajerial di Inggris. Sekadar informasi, untuk ukuran durasi karier di Inggris, Moyes hanya kalah dari Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger.

2. Loyalitas
Sulit menandingi 27 tahun pengabdian Sir Alex Ferguson di Old Trafford. Namun, David Moyes setidaknya sudah terbiasa untuk menetap di sebuah klub untuk jangka panjang.
Masa bakti satu dekade di Goodison Park bisa jadi barometer kesetiaan pria berusia 50 tahun ini. Asal menunjukkan prestasi konsisten, Moyes rasanya bisa jadi manajer jangka panjang untuk Red Devils.

3. Sukses dengan Bujet Minimalis
Everton memang bukan klub yang disokong kekuatan finansial besar. Namun, Moyes mampu mempertahankan konsistensi The Toffess. Terbukti, sepanjang rezim Moyes, Everton hanya satu kali keluar dari zona 10-besar Premier League.
Satu kali lolos ke Liga Champions dan torehan lebih dari 150 kemenangan di Premier League juga jadi jaminan kualitas seorang Moyes. Sekadar informasi, jumlah kemenangan Moyes di kasta teratas Inggris hanya kalah dari Ferguson, Wenger dan Harry Redknapp.



 4. Man-Management dan Media Handling 
Kasus perseteruan di ruang ganti Everton hampir tak pernah terdengar selama rezim Moyes. Maklum, salah satu kelebihan Moyes memang terletak pada man-management.
Moyes tak pernah memuji dan mengkritik pemainnya secara berlebihan, terlebih di depan para awak media. Inilah benang merah antara Ferguson dan Moyes.
Lebih dari itu, Moyes bersikap tenang kala melakoni konferensi pers. Tak terkecuali saat timnya dirugikan oleh keputusan wasit. Untuk aspek terakhir, Moyes lebih baik dari Ferguson, yang sempat memboikot BBC  dan bersikap emosional hingga memunculkan istilah "hairdryer".

5. Respek dari Manajer Lain
Pengakuan atas kualitasnya juga datang dari para manajer lainnya. Sebanyak tiga kali, dia menerima penghargaan LMA Manager of The Year (penghargaan berdasarkan hasil voting para manajer). Raihan tersebut setara dengan koleksi Sir Alex.

6. Sukses dengan Bujet Minimalis
Manchester United tergolong boros dalam beberapa musim terakhir. Transfer Robin van Persie, David de Gea dan Ashley Young yang mencapai 56,5 juta poundsterling.
Beda hal dengan Moyes. Dia terbiasa membeli pemain dengan harga minimalis, lalu menjualnya dengan harga selangit. Hanya dari penjualan dua pemain, yakni Jack Rodwell dan Wayne Rooney, The Toffess meraup  37,6 juta euro. Tentu, fakta ini bisa jadi angin segar lantaran beban utang Red Devils mencapai 569 juta USD (18 persen dari nilai jual klub).

7. Suksesor Evra dan Scholes
Sektor full-back  kiri dan gelandang tengah Manchester United butuh penyegaran. Paul Scholes sudah terlalu uzur untuk bermain reguler, sedangkan Patrice Evra sudah menginjak usia kepala tiga.
Red Devils pun kerap dikaitkan dengan dua penggawa Everton, Leighton Baines dan Marouane Fellaini sebagai suksesor Evra dan Scholes. Untuk merealisasikan skenario ini, Moyes punya pengalaman manis.
Pada musim panas 2008 silam, Fellaini lebih memilih rayuan moyes dan menampik pinangan Man.United, Real Madrid, Tottenham Hotspur, dan Bayern Munchen. Setahun sebelumnya, Baines justru bergabung dengan Everton meski Wigan Athletic dan Sunderland telah sepakat dengan harga enam juta pounds. Menariknya, Everton berhasil memboyongnya hanya dengan lima juta pounds.

 

8. Ambisius
Chairman Everton, Bill Kenwright sempat mengakui bahwa ambisi Moyes hampir selalu tak terakomodasi. Pasalnya, ketidakmampuan The Toffess mendongkrak prestasi turut dilatari oleh kondisi keuangan yang kurang mumpuni.
Dengan gelontoran dana di Man.United, Moyes setidaknya bisa memenuhi keinginannya guna menggondol trofi. Namun, dia belum terbiasa beroperasi dengan bujet melimpah.

9. Relasi dengan Ferguson
Seiring peralihan jabatan Ferguson menjadi direktur, Moyes diprediksi bakal jadi "boneka". Alhasil, hubungan keduanya harus selalu berjalan baik.
Ferguson pun sering melontarkan kekaguman dan dukungan terhadap Moyes untuk menjadi suksesornya. Inilah jaminan agar keduanya tidak dilanda konflik.

10. Tradisi Britania Raya dan Sukses Skotlandia
Sepanjang sejarah Man.United, hanya ada satu manajer non Britania Raya. Dia adalah Frank O'Farrell yang berkebangsaan Irlandia Utara.
Tradisi sukses juga kerap mewarnai manajer berkebangsaan Skotlandia. Total 18 trofi divisi utama/Premier League digondol saat Man.United diasuh duo Skotlandia, Sir Matt Busby dan Ferguson.



10 Fakta Unik & Menarik Sir Alex Ferguson


Selama seperempat abad lebih menahkodai Manchester United, Fergie telah banyak memberi perubahan luar biasa bagi klub ini. Berikut adalah data dan fakta terkait Alex “Boss” Ferguson, yang boleh jadi anda belum tahu.

1. Tentang Keluarga

Fergie lahir di wilayah yang populasi mayoritasnya kelas pekerja, Distrik Govan, Glasgow, Skotlandia, pada tanggal 31 Desember 1941 dari pasangan Alexander dan Elizabeth. Mereka tinggal di rumah petak 667 Govan-Road. Beberapa tahun lalu Fergie bercerita bahwa ayahnya adalah seorang pendiam dan gemar membaca dalam keheningan. Tapi kalau sudah marah, ia tak beda dengan gunung yang meletus, demikian Fergie tentang ayahnya. Hmmm, peribahasa lama, buah jatuh tak jauh dari pohon, rupanya ada benarnya.

2. Saat Remaja

Fergie remaja sempat magang di perusahaan besar pembuat perkakas, Remington Rand. Hanya dalam beberapa tahun ia diangkat menjadi penjaga toko perkakas ruangan. Ia mendobrak kemapanan. Wah, tak kelihatan seperti Si Bos ya?

3. Kisah Asmara

Saat peristiwa pemogokan buruh di awal 1960-an, Fergie bertemu gadis cantik bernama Cathy Holding, perempuan yang ia nikahi kemudian. Oh, cinta pada pandangan pertama. Di luar pekerjaan dan, ehm, kisah asmaranya dengan Cathy, di awal 1960-an Fergie dikenal sebagai penyerang tengah di kalangan pesepakkbola amatir di Glasgow. Dunfermline yang mengontraknya kemudian, membuatnya menjadi properti panas setelah 45 kali menggedor gawang lawan dalam 51 laga. Wah! 12 Maret 1966, ini hari bahagia buat Fergie. Ia resmi menikahi Cathy dan memboyongnya ke Simshill, Glasgow Selatan. Pada Februari 1972 Cathy melahirkan anak kembar, Jason dan Darren, menemani anak pertama mereka, Markus.

4. Awal Menjadi Pelatih

Sebagai pemain, Fergie sempat dikontrak Queens Park, St. Johnstone, Dunfermline, Glasgow Rangers, Falkirk dan Ayr United. Setelah pensiun sebagai pemain di Ayr United, tahun 1974, Fergie coba memulai karir baru sebagai pemilik pub. Dia menebok tabungannya demi sebuah bar di Glasgow. Pub itu dinamainya “Fergie’s” Mengelola pub ternyata lebih banyak mudharat ketimbang manfaat buat Fergie. Maka pada Juli 1974 ia pun banting stir menjadi pelatih East Stirlingshire.

Kelihatannya ia begitu gembira dengan tawaran ini, sampai tak membaca tulisan kecil dalam kontrak, bahwa di klub ini tersedia delapan pemain, tak seorang pun kiper. Jadi jangan kaget kalau di East Stirlingshire Fergie cuma bertahan 5 bulan. Tapi orang besar memang tak bisa lama-lama gagal. Ia segera digaet St. Mirren dan menikmati 4 tahun pertama kesuksesannya sebagai pelatih.


5. Sempat Menolak Klub Besar

Tahun 1978 Fergie ditunjuk menangani Aberdeen. Saat itu ia berstatus pelatih muda yang diburu. Wow, langkah besar buat Si Bos. Tapi tentu ini bukan yang terakhir.
Ini salah satu hal gila yang dilakukan Fergie sebagai pelatih. Setelah membawa Aberdeen mematahkan dominasi duo Glasgow di Liga Skotlandia. Ia menolak tawaran Wolves, Tottenham, bahkan Arsenal. Lah, kok bisa?

6. Awal Melatih Manchester United

Ini jawaban sekaligus impian Fergie. 5 November 1986, Fergie mengangkat telepon yang berdering. Di ujung lain telepon berbicara seorang bernama Martin Edwards. Edwards ini tak berbeda dengan orang lain, kecuali bahwa ia duduk di kursi puncak klub Manchester United.

7. Kata-Kata Ajaib

Sukses memang harus didahului rintangan-rintangan. Istrinya, Cathy, begitu mencintai kota Aberdeen dan menolak untuk pindah. Tapi Fergie sekarang kita kenal dengan kata-kata ajaibnya di tengah pertandingan, seperti saat membalikkan keadaan di laga Final Champion 1998-1999. Kualitas itulah yang akhirnya membuat sang istri mau mengalah.

8. Hidup Sederhana

Sukses juga butuh pengorbanan. Saat awal menggantikan Ron Atkinson menangani Man Utd, mulai 6 November 1989, gaji Fergie lebih kecil dari yang diterima dari Aberdeen. Hmmm, sabar ya, Bos. Waktunya akan tiba. Fergie seorang yang keras tapi mau belajar. Pada awal eranya Di Man Utd, Ia melarang gaya hidup mewah para bintangnya. Bahkan tak ada lagi hotel bintang lima untuk partai tandang. Tapi ia segera sadar, para bintang buruannya akan sulit menerima ide “hidup sederhana” begini.

9. Hampir Dipecat Dari Manchester United

Meski mengalami era kesuksesan panjang setelah awal yang goyah di Man Utd, Fergie sempat dua kali hampir mundur dari klub ini. Pertama pada 1993-1994, ketika rivalnya, George Graham yang melatih Arsenal, mendapat gaji dua kali lipat darinya. Kedua, saat gajinya tak juga naik selepas menyabet gelar ganda, Liga dan FA pada 1996. Untunglah pengurus klub akhirnya bertindak bijaksana dengan memberikan Fergie hal yang pantas ia dapatkan.

10. Mendapat Gelar Bangsawan

Selepas musim treble winner yang luar biasa, 1998-1999, Fergie diangkat mendapat gelar bangsawan, Knight Bachelor of British Empire, untuk pengaruhnya bagi sepakbola Inggris. Sisi lain hidup Fergie adalah kuda. Dia mencintai kuda pacu, dia menggemari pacuan kuda -olahraganya para raja. Ia juga mencintai seni. Ssst, ada gosip yang mengatakan Fergie tidak doyan makan keju dan roti.

Pensiunnya Sir Alex Ferguson

8 Mei 2013 mungkin menjadi hari bersejarah bagi Sir Alex Ferguson. Fergie secara resmi mengumumkan pensiun dari jabatan pelatih Manchester United. SAF menangis waktu mengumumkan dia akan pensiun di depan seluruh pemain, para pemain pun tak kuasa menahan air mata. Sir Alex Ferguson akan tetap berada di Manchester United sebagai Direktur Klub. Musim selanjutnya akan menjadi tantangan besar karena untuk pertama kalinya Manchester United mengarungi Premier League tanpa sosok Fergie.

Senin, 22 April 2013

10 Legendaris 100 Tahun Old Trafford


Fans Manchester United merayakan 100 tahun Theatre of Dreams yang benar-benar spektakuler pada hari ulang tahun keseratus stadion Old Trafford. Pada tahun 1908, Manchester United menjadi juara liga untuk pertama kalinya, dan dengan meningkatnya dukungan untuk klub, keputusan dibuat untuk pindah dari Bank Street ke stadion baru dekat Trafford Park. Arsitek Skotlandia Archibald Leitch dikontrak untuk merancang “stadion terbaik di Utara” – dan Old Trafford adalah hasilnya.

Pada tanggal 19 Februari 1910, Old Trafford dibaptis dengan bentrok kandang United pertama kali dengan melawan Liverpool. Akan tetapi, meskipun United sempat unggul 3-0, Liverpool akhirnya bisa bangkit dan menang 3-4. Namun, terlepas dari pembukaan yang kurang memuaskan, Old Trafford telah menjadi rumah bagi beberapa pemain sepak bola paling terkenal dan terbaik di planet ini. Inilah 10 dari yang terbaik yang pernah berlaga di Old Trafford dalam 100 tahun berdiri.

10. Wayne Rooney

Direkrut dari Everton ketika masih muda, Rooney yang memiliki sikap temramen dan berapi-api kini telah menjadi  menjadi pemain yang baik dan cerdas di bawah bimbingan Alex Ferguson. Rooney telah menjadi striker sensasional dan salah satu aset terbesar United saa ini.Pemain dengan gaji tertinggi di liga Inggris tersebut kini diperdebatkan sebagai bakat terbesar Inggris, atas prestasi dan rekornya bersama United, maka tak heran jika Rooney masuk dalam buku sejarah United.

9. Cristiano Ronaldo 

Pria kebangsaan Portugal itu meraih masa keemasan ketika bergabung dengan Manchester United tahun 2003 dari klub profesional pertamanya di Portugal Sporting Lisbon, yang menjadikannya pemain Portugal pertama di Old Trafford dengan transfer "hanya" 12,24 juta pounds. Ronaldo yang awalnya memilih nomor punggu 28 di Manchester United tetapi diberi nomor 7 oleh Sir Alex Ferguson itu menjalani debutnya bagi Setan Merah di Premiership ketika menang 4-0 atas Bolton dan mencetak gol perdananya di Inggris ketika mengalahkan Portsmouth 3-0 pada 1 November 2003.
Ronaldo mencetak gol keseribu Premiership pada 29 Oktober 2005 dan di tahun yang sama Ronaldo meraih gelar Pemain Muda Terbaik tahun 2005.
Pada bulan November dan Desember 2006, Ronaldo berturut-turut menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Premiership yang menjadikannya pemain ketiga yang meraih rekor tersebut setelah Dennis Bergkamp tahun 1997 dan Robbie Fowler tahun 1996. Atas permainanya yang gesit, lincah, kecepatan di atas rata dan dengan caran mencetak goal-goal yang spektakuler serta berbagai prestasi dan gelar yang telah Ia persembahkan maka United memasukan namanya dalam daftar sejarah legendaris Old Trafford

8. David Beckham 

David Beckham adalah ikon selebriti dari era modern. Setelah mendapat terobosan pada tahun 1992 sebagai tim remaja, Beckham kemudian memenangkan enam gelar Liga Premier dan Liga Champions Eropa di salah satu era paling makmur United. Dia terkenal karena tendangan bebas dan mampu mengubah permainan di lapangan. Seorang juara yang lahir dan dibesarkan dari akademi sepak bola United.

7. Ryan Giggs 

Seorang profesional sempurna. Ryan Giggs hanya satu tim yang dibela sepanjang karirnya yaitu United. Di usianya yang menginjak 39 tahun, Giggs masih bermain di level tertinggi untuk Manchester United yang membuatnya menjadi pemain dengan penampilan terbanyak di klub yang pernah ada, dan salah satu sayap paling berbakat sepak bola Inggris dengan  kemampuan kaki kirinya.

 6. Eric Cantona 

Pria kebangsaan Prancis bernama Eric Cantona adalah sebagai pemimpin dan jimat di Old Trafford. Dia menjadi aktor keberhasilan United merebut gelar liga utama Inggris pada tahun 1995 sekaligus sebagai panutan pemain muda seperti David Beckham, Paul Scholes dan Gary Neville saat pertama kali masuk di sekud utama di Old Trafford.

5. Peter Schmeichel 

Hanya sedikit kiper yang dapat memberikan kontribusi besar pada setiap pertandingan dari posisi mereka di bagian paling belakang lapangan. The Great Dane Peter Schmeichel adalah salah satu yang terbaik, mendominasi pertandingan sepanjang 1990-an dan menjadi batu kokoh di lini pertahanan United. Dia memiliki kontribusi besar saat meraih treble pada tahun 1999.
  
 4. Bryan Robson 


Dalam sejarah panjang dan termasyhur “nomor 7″ Bryan Robson memulai karir dengan Manchester United pada tahun 1981, Robson mengawali periode sebagai kapten United ketika Ron Atkinson dipecat dan gantikan oleh Sir Alex Ferguson yang membawa angin segar bagi United. Robson memimpin United untuk menggondol tiga Piala FA dan Eropa Piala Winners dan namanya pun masuk dalam catatan sejarah Manchester United.

3. George Best 


George Best adalah pemain sepak bola yang merangkap selebriti pertama. Terkenal karena gaya hidup mewahnya ini adalah kredit untuk pria jenius sebagai pemain yang masih dikenang sebagai legenda sepakbola dan namanya tidak luntur karena gaya hidupnya. Best mengakhiri karirnya di usia ke-29, karena ketergantungannya pada alkohol. biar bagaimanapun publik Old Trafford tetap mengabadikan namanya dalam catatan sejarah legendaris Manchester United.
  
2. Denis Law  

Pada tahun 1962 Denis memecahkan rekor transfer Inggris saat ia menandatangani untuk Manchester United seharga £ 115.000. Striker Skotlandia adalah sensasi di Old Trafford saat itu, pencapain yang luara biasa atas torehan golnya, yaitu 46 gol dalam satu musim, suatu prestasi besar bahkan Cristiano Ronaldo pun tidak mampu melewatinya di era modern. Namun biar bagaiamapun keduanya adalah sosok yang fantastik bagi United atas banyaknya torehan gol yang Ia koleksi.

1. Bobby Charlton 

Inilah Sang Legendaris Hidup, Bobby Charlton. Mngawali karir sepak bola untuk Manchester United di usia 19 tahun. Setelah selamat dari kecelakaan udara Munich pada tahun 1958, Charlton menjadi pemain yang paling produktif dari generasi Sir Matt Busby dan masih memegang rekor gol terbanyak yang dicetak oleh pemain United – 249 gol dalam 758 penampilan. Dengan gelar Piala Dunia, legenda hidup Charlton selamanya akan dikenang sebagai salah satu yang terbaik yang pernah bermain di Old Trafford.